26.3.17

Mengitari Yogyakarta Bersama Teman Blogger dan Media

Mengitari Yogyakarta Bersama Teman Blogger dan Media - Awal bulan Maret menjadi awal bulan yang membahagiakan bagi saya. Kenapa saya bilang seperti itu? Sebab saya bisa dua kali berkunjung ke kota pelajar; Yogyakarta.

Saya diundang oleh BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Teroris) untuk bisa hadir dalam acara Saresehan Pencegahan Paham Radikalisme di Alana Hotel jalan Palagan Tentara Pelajar, Sleman. Salah satu materi kegiatan waktu itu, BNPT mengajak pegiat dunia maya yang hadir untuk sama-sama merumuskan bagaimana caranya membasmi berita hoax di internet. Sebab berita hoax dapat menjadi pemicu terjadinya perpecahan yang berujung kepada radikalisme.

Acara ini berlangsung mulai dari 1 hingga 3 Maret 2017. Setelah tiga hari berlalu, saya pun kembali pulang ke Bandung.

Mengitari Yogyakarta Bersama Teman Blogger dan Media 

Tidak lama sekembalinya dari kota gudeg, saya pun harus berangkat lagi ke Yogyakarta. Kali ini yang mengundang saya adalah Brother Indonesia.

Perusahaan yang terkenal dengan produk mesin jahitnya ini mengajak saya dan juga blogger serta media untuk lebih mengenal kearifan lokal kota ini - terlebih lagi dari sisi budaya. Sebab, di Yogyakarta terdapat banyak sekali peninggalan sejarah yang kental dengan seni dan budaya dan masih terus dirawat oleh generasi masa kini.

Tema acaranya sendiri berjudul, Brother Cultural Amazing Race - acara yang lumayan menguras tenaga namun menyenangkan ini dimulai dari hotel tempat kami semua menginap; Hotel 1O1 yang beralamat di Mergu Utomo takjauh dari tugu ikonik kota ini; Tugu Yogyakarta. Diawali dengan mengisi perut supaya bertenaga selama menunaikan tugas-tugas yang diberikan - saya dan tim mulai keluar hotel dan bergerak.

Sarapan sebelum gathering Brother Cultural Amazing Race dimulai
Sarapan sebelum gathering Brother Cultural Amazing Race dimulai [dok. pri]
Destinasi pertama yang harus saya dan tim kunjungi adalah alun-alun Kidul Yogyakarta. Di tempat yang terkenal dengan pohon beringin kembarnya ini, kami harus mencoba menaiki becak. Tidak saja menaiki, tapi satu per satu dari anggota tim harus menjajalnya dengan merasakan mengayuh becak tersebut.

Tugas lainnya adalah menggali informasi seputar Sasono Hinggil. Dan kebetulan saya bisa bertemu Kelik - seorang bapak tua yang sudah lama tinggal di sana. Beliau lah yang menceritakan seputar Sasono Hinggil kepada kami. Dan kebetulan, pak Kelik juga yang mendampingi kami saat mencoba becak di sini waktu itu (Kamis, 9/3).
adetruna foto bersama pak Kelik warga Taman Sari takjauh dari Sasono Hinggil
Dari pak Kelik diperoleh informasi bahwa Sasono Hinggil adalah tempat Sultan menggelar pertunjukan seni wayang kulit. Hampir semua hari besar dirayakan dengan pagelaran wayang kulit termasuk pada hari raya Natal. Informasi lain, pak Kelik menyebutkan Sasono Hinggil ini dulunya adalah bernama Siti Hinggil yang berarti tanah tinggi.

Usai dari Sasono Hinggil, masih di seputaran Taman Sari, tim kami bergerak menuju sebuah bengkel seni, tempat pembuatan wayang kulit. Tempat yang kami kunjungi adalah sanggar seni milik pak Sugeng. Ada yang menarik sepanjang perjalanan, kami menjumpai warga masyarakat yang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Yang cukup menyita perhatian saya adalah seorang perempuan tua tengah membatik dengan tekun. Saking tekunnya, dia sedikitpun tidak tergoda dengan kehadiran kami. 


ibu membatik di Taman Sari Yogyakarta
Derap langkah kami seolah bukan sesuatu yang bisa memecah konsentrasi STAY FOCUS! [dok. pri] 
Paling tidak, ibu menoleh untuk mencari sumber bunyi derap langkah kaki kami yang cukup memunculkan suara karena berjalan dengan agak cepat.

Usai melewati rumah warga sekitar cagar budaya Taman Sari sayapun tiba di sanggar seni milik pak Sugeng. Kami kembali menggali informasi seputar perkembangan wayang kulit -khususnya yang dikelola pak Sugeng.

peralatan mengukit wayang kulit yang dijumpai di Puppet Handcraft SUGENG
Peralatan mengukir wayang kulit yang dijumpai di Puppet Handcraft SUGENG [dok. pri]
Destinasi belum berakhir hingga di sini, karena kami pun harus menunaikan tugas lain, yaitu membatik. Untuk bisa mengerjakan tugas ini, kami harus menyusuri jalanan dan gang-gang rumah penduduk. Banyak sekali spot-spot menarik sepanjang jalan. Saya pun tidak menyia-yiakan kesempatan ini - saya abadikan hal-hal menarik di sekitar Taman Sari.


salah satu peninggalan yang ada di area wisata Taman Sari Yogyakarta
Salah satu peninggalan yang ada di area wisata Taman Sari Yogyakarta [dok. pri]
Bangunan di atas menyita perhatian saya saat melewati Taman Sari menuju Sanggar KALPIKA - tempat belajar membatik. Di sana teman-teman dari tim lain sudah lebih dahulu membatik - belajar langsung ke ahlinya.
Memamerkan hasil akhir [foto: Mikhael Gewati]

A post shared by =AtrunA= (@adetruna) on

Tim kami akhirnya kembali ke hotel setelah menyelesaikan tugas di Malioboro seperti berfoto dengan simbol di sana; Jalan Malioboro, Jalan Pasar Kembang serta mencari bule untuk diajak foto bareng dan dipaksa mengaku wisman dari Rusia.
Ki-Ka: Ate Malem (blogger), Mikhael Gewati (Kompas.com), saya & Adi (detik.com) [dok. pri] 

Akibat nggak bawa sun block, kulit wajah terpanggang :D

Berfoto di Sarkem [dok. pri]

Gathering bisa nyaman, karena tepat memilih sepatu [dok. pri] 

Dan sebelum benar-benar masuk hotel usai menunaikan semua tugas - kita masih diajak untuk berfoto bersama di lampu merah depan Tugu Yogyakarta.

Menegangkan itu adalah berfoto dengan waktu yang terbatas karena LAMPU AKAN SEGERA HIJAU
Menegangkan itu adalah berfoto dengan waktu yang terbatas karena LAMPU AKAN SEGERA HIJAU [foto: Mikhael Gewati]
Lantas, apa nggak lecet kakinya sebab sudah menempuh perjalanan yang cukup jauh? Bisa saja sebagian pembaca mempertanyakan hal ini. Tentu saja ada cara agar kita tetap nyaman saat berjalan-jalan dengan jarak yang jauh. 

Salah satu kuncinya ada di pemilihan sepatu, sepatu nyaman tentunya akan membuat perjalanan Anda menjadi nyaman pula. Seperti saat gathering Brother Cultural Amazing Race kemarin, saya mengenakan sepatu adidas terbaik.

Seru sekali acara Mengitari Yogyakarta Bersama Teman Blogger dan Media - padahal semakin siang semakin puanas, hauuus. Nggak salah kalau panitia mengingatkan untuk membawa sun block dan (kacamata) sun glasses.

foto bersama tanda usainya Brother Cultural Amazing Race Yogyakarta 8 - 10 Maret 2017 [foto: istimewa]
Baiklah ... Pada gathering selanjutnya saya akan belajar dari pengalaman ini ... Pembaca memiliki pengalaman seperti saya? Monggo komentar 😃

20.12.16

Dapet Voucher 250 Ribu dari BukaLapak

Tidak ada niatan sama sekali untuk mengikuti kontes reportase yang digelar oleh BukaLapak, sampai pada akhirnya saya tergelitik pada sebuah pemandangan saat di acara Kopdar Akbar BukaLapak 2016 akhir bulan kemarin (Senin, 28/11).

Pemandangan yang saya maksud adalah, saya melihat dua sosok pria yang luar biasa. Mereka adalah peserta kopdar akbar -sama seperti saya. Namun kedua pria ini saya anggap pelapak extraordinary! Mereka dengan keterbatasannya membuktikan kalau mereka gakbisa dianggap enteng, kedua orang ini Difabel (sebagai bentuk respek saya, menulis difabel saya menulis d dengan huruf besar).

Jadi, saat acara terakhir - acaranya ngobrol bareng founder BukaLapak, om Achmad Zaky - saya berada di barisan belakang. Dan saat saya bergerak ke depan panggung untuk mengambil gambar nara sumber agar bisa difoto dengan lebih jelas. Nah, di sini awal perjumpaan saya dengan kedua pria tangguh tersebut.

Akhirnya, saya mendekat dan berkenalan ...

Saat kali pertama melihat saya hanya tercekat saja selanjutnya kembali ke tempat saya duduk. Tapi hati ini gakbisa didiamkan, ia menggerakkan saya untuk mendekat lagi ke arah dua orang pelapak dengan kursi rodanya.

Pelapak extraordinary! [foto: dok. pri]
Pria dengan kemeja flanel dan berkacamata di atas namanya Udin Komarudin. Dia berusia 52 tahun. Datang di event Kopdar Akbar Bukalapak 2016 bersama rombongan Komunitas Bukalapak Bogor dan sebelahnya, Zulfan - berusia lebih muda dari pak Udin; selisih 6 tahun - peserta dari Komunitas Bukalapak Jakarta Selatan.

Dapet Voucher 250 Ribu dari BukaLapak

Sekembalinya dari acara Kopdar Akbar BukaLapak 2016 kemarin, di rumah saya selalu terkenang dengan pak Udin dan pak Zulfan. Batin saya terus-menerus merasa kagum dengan kedua bapak itu.

Sampai akhirnya saya coba ungkapkan lewat tulisan bahwa Event Kopdar Akbar BukaLapak 2016 telah menjadi saksi dan membuktikan bahwa Siapapun Bisa Menjadi Pelapak!

Setelah saya selesai menulis, saya pun harus memberitahu kepada khalayak atau paling tidak para pelapak. Saya coba masuk ke dalam forum Komunitas BukaLapak. Awalnya, saya hanya akan sekadar share saja tentang pesan moral yang sudah saya tulis tersebut.

Ternyata ada pula kontesnya, siapa saja dipersilakan membuat reportase tentang event akbar kemarin. Laksana pucuk dicinta ulam tiba, ya udah sekalian aja sambil berbagi pengalaman juga mencari peruntungan lewat kontes tersebut.

Dan kemarin sore (Senin, 19/12) sekira pukul 17.46, seorang kawan memberi kabar bahwa tulisan yang saya turut sertakan dalam kontes menjadi salah satu dari 3 Pemenang Reportase KOPDAR AKBAR Komunitas Bukalapak 2016. Dalam pengumumannya tertulis pesan ...

Halo Om dan Tante,
Akhirnya sampai juga di tanggal 19 Desember 2016.

Berkesan sekali sepertinya! Pastinya, karena thread ini masih termasuk rangkaian keseruan Kopdar Akbar Komunitas Bukalapak 2016 bulan lalu. 
Bertepatan di hari Senin ini, Tim Komunitas Bukalapak akhirnya berhasil mengumpulkan banyaknya postingan tentang Reportase Kopdar Akbar 2016 dan memilih 3 (tiga) dari mereka yang keluar sebagai pemenang.
Sebagai bentuk apresiasi, kami mengucapkan selamat kepada:

  1. @agenjilbabcantik - Dahsyaaaat!
  2. @jilbabmurahjepara - Kopdar Akbar Membuka Peluang Bisnis Online dan Menjawab Tantangan…!
  3. @rumahbisnissoreang - Kopdar Akbar Bukalapak Membuktikan Siapapun Bisa Jadi Pelapak!
Masing-masing akan mendapatkan voucher belanja di Bukalapak sebesar @ Rp 250.000,-. Hadiah akan dikirimkan oleh Tim Komunitas Bukalapak dalam kurun waktu secepatnya. 
Cukup menarik hadiah yang diberikan oleh BukaLapak untuk pemenang kontes ini ... Alhamdulillah ...

2.1.16

Agenda dan Janji Menjadi Buyar Karena Badan Meriang!

Di saat rasa sakit menyerang, barulah orang itu menyesali dirinya tidak menjaga kesehatan tubuhnya. Contohnya saya sendiri, sekarang ini - saat tulisan ini saya susun sedang drop daya tahan tubuhnya. Saya meriang.

Awal sakit saya sadar banget ya, waktu itu sepulang dari Lotteria Burangrang. Selepas maghrib saya dan kru Uplek (sebuah startup yang sedang dirancang dan digagas oleh kami-kami yang biasa nge-blog di Bandung) mengambil kursi dan meja yang ada halaman depan di pelataran parkir dan kongkow di tempat tersebut.
Uplek bener ... (foto: Asep Hakim)
Ada Lygia, Astri, Kang Asep Hakim, Fauzi dan istrinya: Rani. Sebentar saya ke kasir memesan air jus rasa lemon yang dinginnya menyegarkan. Banyak hal diobrolkan seputar Agenda Uplek di 2016. Salah satunya membicarakan, "Rapat kerja dan akan dilaksanakan di mana?

Setelah lebih dari 1 jam diskusi, saya mohon ijin untuk pulang lebih dulu. Setibanya di rumah, saya serahkan 1 bungkus martabak loyang besar yang didapat dari Kedai Martabak Tropica ke istri, anak-anak pun nampak gembira. "Wiiih bagus!" ujar Salma sedikit berteriak saat dia mengetahui di dalamnya ada banyak rasa martabak; cokelat, durian, blueberry, keju, dan lain-lain.

(Oia, pada sore harinya - kemarin (Selasa, 29/12/2015), saya memenuhi undangan review kuliner: Martabak Tropica di Jl. Wayang 2 (Burangrang) bareng teh Nia, Zahra, FX Muchtar, Widya, Kang Benny,Astri dan Lygia).

Nah, di sini lah awalnya, pada malam hari saat saya buka-buka laptop saya merasa, "Ini kok tenggorokan tiba-tiba gakenak...?" Keesokan harinya barulah saya batuk berdahak dan pilek. Sayapun langsung berusaha memulihkan kondisi tidak mengenakan ini. Saya minum Madu Tropis Brazil dengan dosis 2 kali lebih banyak dari sekadar minum untuk menjaga vitalitas.

Tadi pagi (Sabtu, 2/1/2016) sebab tubuh yang masih sakit belum pulih dengan baik - beberapa janji saya atur ulang. Sebut saja, janjian dengan KUDO diubah menjadi pertemuan di rumah saja di sini, Soreang - Awalnya saya undang pihak KUDO atau Kang Adam ke tempat raker bukan di rumah saya di Soreang Indah.

Ceritanya ... Pasca mengikuti kelas Blogger-nya Kang Arul (ceritanya bisa baca-baca di sini ) - semua peserta yang berminat menjadi Agent KUDO diharuskan mengisi formulir. Dan pihak KUDO akan menindaklanjutinya dengan mendatangi pendaftar. Nah, saya arahkan Kang Adam, dari KUDO -untuk datangnya jangan ke rumah saya (Soreang) tapi ke Margahayu Raya saja - sebuah tempat yang pagi ini (Sabtu, 2/1) menjadi tempat berkumpulnya Tim Uplek mengadakan RAKER.

Karena meriang, gitu deh jadinya; ketemu dengan orang KUDO urung, ikut Raker Uplek pun urung ...

Iya namanya manusia makhluk yang lemah yang tidak selamanya sehat. Tapi manusia pun makhluk yang sering lupa. Manusia sering lupa dengan nikmat yang sudah diberikan sang maha kuasa; nikmat sehat dan nikmat sempat.

Saat diri kita sehat lupa untuk menjaga kesehatan dan saat sempat alias banyak waktu yang dibiarkan berlalu dengan hal-hal yang tidak berguna, ya paling tidak waktunya dipergunakan untuk membaca Alquran atau berdoa - bersyukur atas kesehatan yang telah Allah Swt. berikan kepada kita.

Lho kokjadi ceramah?! Haha :D

Iya, intinya curhat kali ini mau bilang, "Agenda dan Janji Menjadi Buyar Karena Badan Meriang!" [|]

25.11.15

Mengantarkan Pesanan Madu ke Pelanggan

Selepas dari mengantarkan anak sulung ke sekolahnya di SMPN 1 Katapang, saya teruskan perjalanan sesuai dengan rencana pada malam sebelumnya, yaitu Mengantarkan Pesanan Madu ke Pelanggan. Selama di perjalanan tidak ada hal yang menarik hingga akhirnya saya sampai di sebuah Tempat Pemakaman Umum Pandu.
Mengantarkan Pesanan Madu ke Pelanggan

Mengantarkan Pesanan Madu ke Pelanggan

Awalnya saya melihat tanda-tanda kemacetan dari arah Pasirkaliki ke arah Paris Van Java, Sukajadi. Oleh karena itu saya memutuskan untuk berbelok persis di perempatan Istana Plaza Bandung. Seingat saya ada jalan pintas yang bisa membawa saya sampai di jalan Pasteur. Tapi saya lupa-lupa ingat di mana jalan pintasnya.

Begitu saya melihat Pandu - sebuah nama jalan di sebelah kanan, "Aha ... Ini dia, lewat jalan sini kalau tidak salah," batin saya. Saya pun membawa masuk motor ke arah jalan Pandu di kanan jalan. Lalu, saya pun mengambil rute dengan terus menjalankan motor lurus masuk lebih dalam lagi. Di depan saya pagi tadi (25/11) nampak sebuah pemandangan yang membuat saya teringat, "Ya bener lewat ke sini (TPU Pandu)!"

Sambil berbagi akses jalan antara yang datang dari arah atas (yang datang dari arah Pasteur), saya pun tiba di sebuah gerbang yang menarik perhatian. Saya memutuskan untuk memarkirkan kendaraan roda duaku ini sebentar. Sambil terus memerhatikan beberapa bentuk makam dan pagar atau gerbang yang memisahkan antara saya yang di luar dengan pemandangan di balik pagar, saya pun memotret beberapa sudut foto. Terasa berbeda antara luar pagar dan di dalam pagar membuat saya penasaran. 
Swafoto sebelum melanjutkan perjalanan mengantarkan madu ke pelanggan
Sehabis swafoto saya pun melanjutkan perjalanan sesuai agenda, Mengantarkan Pesanan Madu ke Pelanggan - yang beralamat di jalan Rancaherang. Saya mengambil jalan Lemah Neudeut yang saya lanjutkan terus ke Sukajadi di atasnya. Taklama kemudian, saya menjumpai jalan Cijerokaso, Sukasari kota Bandung - dari saini taksampai 30 menit saya sudah masuk ke jalan Rancaherang dan Madu sebanyak 12 botol pun sudah sampai ke tangan pemesan.

Takberselang lama, saya pun pulang ke Soreang. Dan saya kembali menyambung rasa penasaran seputar TPU Pandu. Dari sekian banyak informasi yang terdapat di internet, artikel yang dirilis oleh Info PR terbilang mengena di hati saya sebagai bahan rujukan untuk bahan reka-tulis ulang artikel kali ini.

Sekilas tentang TPU Pandu

TPU Pandu merupakan lahan luas yang dibatasi pagar sebagaimana perumahan yang berbentuk komplek. Namun bedanya komplek ini tempat pemakaman bagi umat Kristen. TPU Pandu memiliki luas 127.700 m2, Sebagian lahan di TPU ini merupakan pemakaman milik pemerintah Belanda yang bernama Ereveld Pandu dengan luas 30.000 m2. Total luas TPU Pandu sebagai pemakaman umum tidak lebih dari 10 hektar.




Sampai dengan hari ini, Ereveld dibiayai dan dirawat dengan baik oleh pemerintah Belanda dan taksembarang orang yang diperbolehkan untuk masuk ke dalam wilayah Ereveld Pandu. Sebatas mereka-mereka yang ada relasi, ikatan saudara saja dengan orang yang dimakamkan atau setidaknya memiliki surat ijin itupun secara khusus dari Kedutaan Belanda ehingga boleh masuk ke komplek Ereveld Pandu.

TPU yang berdiri pada 1932 ini bila ingin digunakan sebagai pemakaman baru, pada umumnya menggunakan lahan daur ulang atau makam yang lama tidak diperpanjang lagi registrasi-nya. Lahan yang terapat di TPU Pandu dibagi menjadi 3 blok, antara lain; blok CA, CB dan T.

Blok CA posisinya di kantor TPU Pandu sebelah timur, alias di jalan utama sebelah kanan yang berbatasan langsung dengan jalan Terusan Pasteur.

Blok CB posisinya berada sebelah kanan jalan utama di sebelah barat setelah gerbang Ereveld Pandu dan berbatasan dengan sebuah selokan serta Jalan Terusan Pasteur.

Adapun blok T posisinya di jalan utama sebelum gerbang Ereveld Pandu sebelah kiri serta sebagiannya lagi berada tepat di belakang kompleks Ereveld Pandu.


TAHUKAH ANDA?
Ereveld Pandu merupakan sebuah kompleks permakaman Belanda yang terletak di Jl. Pandu No. 32, Pamoyanan, Cicendo, Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Ereveld Pandu merupakan salah satu dari 2 ereveld yang berada di JaBar, selain Ereveld Leuwigajah yang berada di Kota Cimahi.

Terdapat 4.000 makam di Ereveld ini. Sebagian besar adalah tokoh militer dan korban perang yang meninggal di kamp konsentrasi Jepang hingga saat kejatuhan Jepang pada tahun 1945. Di titik tertinggi pada ereveld ini berkibar bendera dan di bagian bawah bendera tersebut tertera nama-nama orang yang telah terbunuh.

Di sini berdiri 2 monumen, satu untuk penduduk sipil yang dimakamkan tanpa ketahuan namanya, dan satu lagi untuk prajurit yang dimakamkan tanpa ketahuan namanya.

Prof. Charles Prosper Wolff Schoemaker, arsitek Belanda yang merancang desain sejumlah bangunan terkenal di Kota Bandung, dimakamkan di Ereveld Pandu. [Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas]

Di TPU Pandu tercatat ada 21.886 makam. Guna kepentingan tertib administrasi, para ahli waris diwajibkan mendaftar ulang (registrasi makam). Nama dan tanggal wafat orang yang dimakamkan adalah data pokok yang dibutuhkan. Ahli waris yang telah melakukan pendaftaran ulang akan memegang kartu guna mempermudah saat pendaftaran di lain waktu.

Demikian sedikit ulasan tentang TPU Pandu yang gaknyambung dengan judul Mengantarkan Pesanan Madu ke Pelanggan  - hehehe sambung-sambungin aje yeee.

Mari kita nge #teh Ready to shipping: #madutropisbrazil #bumburujakciherang #olshop #dagangan #online #umkm

A photo posted by Ade Truna (@kang_adetruna) on



Sambil nge-post artikel di sini saya pun dibantu istri bikin teh manis dan ngebungkusin pesanan; Madu dan Bumbu Rujak Ciherang :D [|]
----
Sumber rujukan: http://info.pikiran-rakyat.com/data/tpu/tpu-kristen-pandu
https://id.wikipedia.org/wiki/Ereveld_Pandu

20.10.15

Dapat Handphone dan Uang 2 Juta, Euy!

Pihak pertama yang saya prioritaskan untuk nge-SHARE adalah Grup #BloggerBDG di forum diskusinya saya menulis, "[SHARE] Siapa yg mendoakan aku menang blog competition ‪#‎GoForIt‬ blogdetik? hehehe makasiiih"


Melansir portal blogdetik yang mengumumkan pemenang lomba,redaksinya sepertiberikut ini.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan penilaian oleh tim juri dari blogdetik dan PT Smartfren Telecom, maka susunan pemenang lomba blog #GOFORIT sebagai berikut :

1 Pemenang Utama yang berhak mendapatkan hadiah 1 unit smartphone Andromax Ec dan uang tunai Rp 8.000.000,- adalah:

asacinta.blogspot.co.id
Janji Ibu Digital: lnternet Cepat untuk Waktu Keluarga Lebih Banyak #GoForIt

1 Pemenang Most View (banyak dilihat) bagi pengguna platform blogdetik dan berhak mendapatkan hadiah 1 unit smartphone Andromax Ec dan uang tunai Rp 4.000.000,- adalah:

sutorowebid.blogdetik.com
#goforit Dari Zaman Kaleng ke Zaman 4G Smartfren

1 Pemenang Terbaik Pertama yang berhak mendapatkan hadiah 1 unit smartphone Andromax Ec dan uang tunai Rp 2.000.000,- adalah:

bede.blogdetik.com

Traveling Semakin Semangat dengan Internet Cepat #goforit


1 Pemenang Terbaik Kedua yang berhak mendapatkan hadiah 1 unit smartphone Andromax Ec dan uang tunai Rp 1.000.000,- adalah:

www.bairuindra.com
Ada Orang Bertanya Pada Pemilik Smartphone #goforit

1 Pemenang Terbaik Ketiga yang berhak mendapatkan hadiah 1 unit Andromax Ec adalah:

www.meanwhileunme.com
Piramida Pariwisata Indonesia #GoForIt

10 postingan terpilih tim juri yang berhak mendapatkan hadiah uang tunai @ Rp 500.000,- dan 2 Tiket Jungle Land adalah:

sketsagunungkidul.blogspot.co.id - Bersama Smartfren 4G LTE Advanced Mendukung Kemajuan Industri Pariwisata Indonesia Let's #Goforit
www.sutopo.com - Semakin Cepat Koneksi Internet dan Stabil dengan Smartfren 4G LTE Advanved #Goforit
www.bayuwin.com - Smartfren 4G, Smartphone Tepat, dengan harga dan fungsi untuk Pemuda masa kini #GoForIt
arintasetia.blogspot.co.id - The Thumb Generation #GoForIt (Percakapan 2 Anak Muda di Suatu Kafe)
darwinjh.blogspot.co.id - Smart dengan Smartfren, Berinternet Tepat di Era Internet Cepat #goforit
www.niaharyanto.com - #GoForIt, Internet Super Cepat dan Stabil yang Sangat Worth It
umarsandi.blogdetik.com - Yuk! Mulai Dari Sekarang Akses Internet Cepat Smartfren 4GLTE #goforit
haijepang.blogspot.co.id - #GoForIt solusi INTERNET PENUH MASALAH
www.qiahladkiya.com - Orangtua Cerdas Bergaya Hidup Digital, #GoForIt Aja!
ruanghujan.blogdetik.com - #goforit Membuat Musik Kaya akan Referensi

Selamat kepada pemenang dan silakan isi data anda secara lengkap pada detikconnect sebagai konfirmasi penerima hadiah. Jika merasa sudah lengkap, segera kirim URL link detikconnect Anda dengan cara berkomentar di bawah ini.

Kami tunggu konfirmasinya paling lambat hingga tanggal 27 Oktober 2015!

Lebih dari tanggal tersebut, hadiah dinyatakan hangus!

Keputusan pemenang adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat!

SUMBER: http://blog.detik.com/kabarblog/2015/10/20/blogger-ini-mendapat-uang-rp-8-juta-setelah-mengubah-gaya-hidupnya

8.8.15

Potret di Belakang Layar : #BloggerBDG Saat di Kedai Kecil

Blogger Bandung sekarang ini sudah mulai disibukan dengan banyak kegiatan undangan terutama di akhir pekan. Pengundangnya pun beragam; ada perusahaan gawai, kuliner, seminar dan lain-lain. Memperhatikannya ada perasaan bangga dan lega, "Alhamdulillah sudah mulai mengeliat ya sekarang para blogger Bandung ...." Maka buat para blogger muda di 2015 berbahagialah, kalian sudah bisa dengan mudah berkontribusi berbagi ilmu, berbagi informasi dan melaporkan berita-berita dengan cara kalian sendiri ...


Berbicara mengenai undangan kuliner bagi Blogger Bandung, pada hari kamis (30/7) yang lewat, saya termasuk ke dalam rombongan Blogger Bandung yang dipersilakan hadir di Kedai Kecil jalan Dipati Ukur nomor 36. Berada tidak jauh dari Kampus Universitas Padjadjaran menjadikan Kedai yang digawangi oleh 5 orang yang semuanya laki-laki berada di lokasi yang strategis.

Saya tidak akan menguraikan secara detil mengenai Kedai Kecil ini. Tapi berikut ini ada beberapa Potret di Belakang Layar : #BloggerBDG Saat di Kedai Kecil tempo hari.














Potret di Belakang Layar : #BloggerBDG Saat di Kedai Kecil

Bisa ditarik kesimpulan, pemotret harus ikhlas, saat serius memotret tapi apa yang terjadi? Modelnya diam saja seakan tidak ada siapapun di depan mereka ...

Nih contohnya ...


---
Informasi lebih detil seputar review Kedai Kecil bisa membacanya di sini.

4.7.15

Buka Bersama Kaos Gurita

Jumat (03/07) sore di Piset Square Mall di bilangan Lingkar Selatan atau lebih tepatnya dekat Hotel Horison Bandung telah diselenggarakan Buka Puasa Bersama. Ada banyak blogger yang tergabung dalam #BloggerBDG yang masih konsisten menggunakan forum Grup Facebook sebagai wadah berkumpul berbagi informasi atau sekadar say hello.


Takhanya buka puasa saja, acara pun diisi dengan lomba menulis blog dan foto norak. Ya tidak mau mengetengahkan acara yang serius, tapi iseng-iseng aja, itu barangkali keinginan Eka Riani - owner dari Kaos Gurita.

  Bagi pembaca yang suka dengan gaya dan corak khas Kaos Gurita sila kunjungi:
  • Portal resmi: http://kaosgurita.com/
  • Fanpage Official: https://id-id.facebook.com/guritakaos
  • Twitter Official: https://twitter.com/kaos_gurita
  • Instagram Official: https://instagram.com/kaosgurita 
Dan kemarin pun Kaos Gurita Terbaru dihadiahkan kepada semua blogger yang hadir. Semua orang mendapatkannya, termasuk saya Dapat Kaos Gurita Nu Gaduh Bandung.[]