Ade Suhendar Buta karena Gangguan Syaraf

Hari Kamis pagi (31/7), saya berangkat dari Rumah Herbal Soreang pukul 9-an tujuannya menuju Solokan Jeruk, sebuah kecamatan di daerah Majalaya. Maksud keberangkatan saat itu memenuhi pesanan Madu Tropis Brazil yang sudah ditunggu sejak malam sebelumnya.

Istriku Risya - sudah berusaha menahan agar pesanan madu dikirim saja pada harinya semua ekspedisi (jasa pengiriman JNE) kembali memulai usaha pelayanan. Tetapi, saya malah 'keukeuh' ingin mengantarkannya langsung. Risya tidak bisa menahan saya pun pergi.


Satu setengah jam melalui beberapa titik kemacetan, semisal di pasar Banjaran dan pasar Majalaya. Untungnya, saat di pasar Laswi Majalaya, saya sempat bertanya arah menuju Solokan Jeruk. Menurut bapak tadi sebaiknya mengambil jalan pintas saja, " ... di depan ada SPBU belok kiri aja supaya memotong jalan. Biar cepat..." ujarnya.

Saya pun menuruti anjuran bapak tadi dan akhirnya bisa sampai di tempat tujuan. Saat itu, di depan rumah yang saya tuju tengah duduk seorang pria paruh baya sambil merokok, saya hampiri dan bertanya, "Pami bumi pa Ade Suhendar palih mana?" (kalo rumah pak Ade Suhendar yang mana?)      

"Sumuhun ieu bumina... Mangga linggih" (Betul ini rumahnya... Silakan Masuk) jawabnya

Alangkah kagetnya, setelah orang yang saya tanyakan keluar dari pintu ternyata seorang tuna netra. Ade Suhendar yang saya kenal baru semalam sebelumnya ternyata masih muda, dan matanya buta. Dari situ saya mulai bertanya-tanya.

Ade Suhendar memiliki istri yang seorang buruh pabrik. Dirinya buta disebabkan oleh obat yang menurutnya over dosis. "Padahal ini anjuran dokter. Saya pun sempat heran, biasanya resep obat itu hanya empat macam ini kok sampai enam macam? Tapi saya tetap meminumnya. Besoknya, saya merasakan kembali sakit kepala yang menjadi keluhan saya itu, obat kembali saya minum ... Nah, dari situ saya mulai mengalami kebutaan."

Ade Suhendar Buta karena Gangguan Syaraf

Dari radio dirinya memperoleh informasi tentang Madu Tropis Brazil, menurut nara sumber yang berbicara atau tengah siaran disebutkan bahwa, madu tropis brazil berkhasiat memulihkan gangguan syaraf. Kaitannya dengan Ade Suhendar, dirinya mengalami gangguan syaraf sekitar kepala sehingga mengalami kebutaan. Karenanya, Ade Suhendar ingin mencoba melaksanakan anjuran dari ahli kesehatan yang saat itu berbicara di radio.

"Ya mudah-mudahan ikhtiar yang dijalani oleh Ade Suhendar agar pandangannya kembali mampu melihat bisa terlaksana." itu kalimat yang saya sampaikan saat tadi pamitan.

Orangnya tegar, tidak ada air muka kecewa dengan matanya yang buta. Bahkan Ade Suhendar mengingatkan saya tentang brosur Madu Tropis Brazil yang akan disebarkan oleh istrinya di tempat kerja.

Demikian sedikit pengalaman yang bisa saya share, Ade Suhendar Buta karena Gangguan Syaraf mudah-mudahan bisa memetik hikmah pada artikel kali ini.  

Tidak ada komentar:

Apa pendapat Anda? Silakan :)

Diberdayakan oleh Blogger.