14.1.15

Pelatihan Mentoring Fasilitator PerpuSeru 2015 di Jogyakarta

Alhamdulillah hari pertama pelatihan mentoring sudah usai kemarin (13/1), bertempat di hotel Santika Premiere, Jogyakarta. Pelatihan ini merupakan kegiatan lanjutan yang diselenggarakan oleh Coca Cola Foundation (CCFI) yang bekerjasama dengan Peac Bromo (ingin mengetahui tentang Fasilitator Perpuseru - Baca: Program PerpuSeru Dimulai).

Malam Pembukaan Pelatihan Mentoring Fasilitator Perpuseru 2015, Jogyakarta

Di hari pertama pelatihan materi yang diberikan oleh CCFI/Peac Bromo adalah tentang Konsep Dasar Mentoring Program PerpuSeru. Ada tiga komponen penting dalam menjalankan kegiatan mentoring, yaitu; mentoring informal, formal dan Peer Learning Meeting (mentoring formal berkala).

Saya dan 30 orang lainnya dibimbing oleh mbak Lia - panggilan akrab untuk Masnur Esterida Cornelia Hutauruk - ibu muda yang sangat pintar dan mengetahui banyak tentang seluk-beluk sepakbola. Juga satu lagi pembimbing pelatihan lain; ibu Endah Sulvitasari - yang bila bicara logat Sunda-nya lumayan kental serta humoris.

Terdapat beberapa hal yang bagi saya menarik untuk dicatat selama pelatihan di hari pertama berlangsung, sebut saja pada saat penjelasan tentang, "Meningkatkan Kinerja Tim" - mbak Lia mempraktekkan analogi dirinya menurunkan bahu seseorang dan mengangkat bahu seseorang - di dalam kehidupan nyata seorang leader atau siapa saja yang bertanggungjawab atas sebuah kegiatan ketika orang tersebut merendahkan (menurunkan reputasi) orang lain saat itu pula orang tersebut tengah merendahkan dirinya; pun sebaliknya.

Analogi lain yang juga menarik untuk dicamkan, yaitu; Pembaca tentu tahu pesebakbola penerima gelar pemain terbaik Eropa atau biasa disebut dengan Balon d'or? Pada awal bergulir penghargaan balon d'or pada 2010, yang dipilih sebagai pemain terbaik adalah pesepakbola yang memiliki riwayat autis di masa kecil; Lionel Messi. Pemain asal Argentina ini berpostur tubuh pendek dibandingkan dengan Cristiano Ronaldo. Kenapa dibandingkan dengan Ronaldo? Sebab setelah Messi mendapatkan gelar balon d'or tiga kali berturut-turut, selanjutnya pada 2013 dan 2014 Cristiano Ronaldo lah yang merebut gelar balon d'or.  

Pesan moral yang disampaikan oleh mbak Lia pada konteks sepakbola di atas adalah; ada perbedaan antara kedua pemain tersebut. Messi sudah sejak kecil hidup dan bergaul dengan dunia sepakbola - semenjak usia 5 tahun sang ayah menyekolahkan Messi pada sekolah sepakbola di bawah biimbingan ayahnya sendiri Grandiola. Sedangkan Cristiano Ronaldo meskipun dari kecil bergaul dengan sepakbola, namun kesuksesannya hari ini merupakan imbas dari latihan keras yang dilakukannya. Intisarinya, selain kesuksesan seseorang itu memang atas dasar talenta atau bakat namun kesuksesan pun bisa dicapai bila diupayakan dengan serius, fokus, dan berusaha keras.

Aih jadi ngalor-ngidul nih... okeh kalo gitu sampai di sini dulu sebab waktu sudah menunjukkan saatnya breakfast dan dilanjutkan pelatihan hari ke-2 dengan materi Create Library Story dan Dokumentasi Pelaporan Kegiatan...

---
Sumber foto: Awiek 

0 komentar:

Poskan Komentar

Apa pendapat Anda? Silakan :)