Mengerti Suka Duka Menjadi Guru Lewat Bukunya Pak Didno

adetruna-keasyikkan-membaca-buku-Asyiknya-Jadi-Guru-bunga-rampai-artikel-Didno

Di Toko Sahlan, malam ini waktu menunjukkan pukul 18 lebih 52 menit. Suhu di luar cukup bikin tubuh menggigil. Dinginnya sekitar 23°C – ini lumayan menggigit. Karena itulah saya meminta istri untuk membuatkan saya segelas teh dan saya berharap dengan menyeruputnya bisa membuat badan jadi hangat.

Memang, sudah dua hari sejak kemarin (Senin, 5/2) di Soreang hujan terus-terusan mengguyur. Pengunjung yang datang ke toko baik yang membeli alat tulis/sekolah atau yang hendak membeli cemilan tidak terlalu banyak. Mereka kelihatannya lebih memilih diam saja di rumah. Mungkin baca-baca buku atau menonton TV sambil kumpul dengan keluarga.

Kecuali tadi siang (Selasa, 6/2), deng! Saya sempat pergi untuk sebuah keperluan dan matahari cukup terik – sampai-sampai saya mengenakan sarung tangan agar bisa melindungi tangan dari sengatan matahari saat mengendalikan stang motor.

Dan tadi siang pun saat saya tengah berada di grosir berbelanja kebutuhan cemilan yang sudah habis stoknya di toko, menurut cerita istri – kurir J&T datang dengan membawa bungkusan plastik dengan label tulisan khas J&T berisi 1 paket kotak tipis dibalut kertas cokelat yang biasa dipakai anak sekolah menyampul buku tulisnya. Saya cukup mengenal bungkusan tersebut karena dua hari sebelumnya, pengirim sudah mengkonfirmasi berikut foto yang menjelaskan kalau paket sudah diterbangkan ke Soreang.

paket j&T berisi buku asyiknya menjadi guru

Pengirim yang saya maksud adalah Didno, admin blog www.didno76.com yang belum lama ini merampungkan sebuah buku berjudul Asyiknya Jadi Guru – buku inilah yang menjadi isi paket tersebut di atas. Nah, sekarang buku yang tebalnya 114 halaman ini tengah berada di sebelah kiri saya, tadi sudah saya baca.

Cover-dan-bagian-Belakang-buku-Asyiknya-Jadi-Guru-Bunga-Rampai-Artikel-Didno

Dari semua isinya yang melekat kuat adalah cerita go clock dengan tie and chair. Go Clock sih yang paling lucu. Spoiler sedikit, jadi pada suatu ketika, pak guru Didno mengajar bahasa Inggris di kelas. Lalu, membahas tentang waktu dan Didno menulis 9 o’clock. Saat meminta salah satu muridnya untuk membaca dengan lantang, dia malah menyebut, “goklok!” kontan seisi kelas pun tertawa pecah.

Ada-ada saja emang kelakuan anak didik ya … ?! Cerita ini mampu membawa saya terbang ke masa SMP dulu dan mengurai kenangan-kenangan yang cukup mengundang gelak tawa di masa lalu.

Pembaca, bukan bapak presiden Jokowi saja yang berpengalaman memberi sepeda pada masyarakat. Rupanya, pengalaman tersebut pernah dilakukan oleh Didno kepada siswanya di salah satu lingkungan masyarakat kecil, yaitu sekolah.

Dalam bab yang berjudul Pesan Lewat Messenger, Kang Didno menceritakan tentang rasa terima kasih muridnya yang pernah diberi sepeda. Ucapan terima kasih yang tertunda kalau boleh saya bilang, karena ucapan tersebut diungkapkan oleh seseorang via chat room Facebook Messenger setelah sekian lama waktu berlalu. Hal ini dibuktikan oleh Kang Didno lewat ungkapan dia harus mengingat-ingat peristiwa pemberian sepeda beberapa tahun yang silam. Ya … Inti dari percakapan antara mantan murid dan guru tersebut adalah ucapan terima kasih atas pemberian sepeda.

Kalau terus dilanjutkan seru sih .. Tapi di depan saya ada pembeli token PLN sekaligus saya tutup ulasan buku bunga rampai artikel Didno ini. Yang jelas … Saya pun jadi Mengerti Suka Duka Menjadi Guru Lewat Bukunya Pak Didno. Seru pak! Buku ini berhasil membuat pembaca seperti saya larut dalam rasa suka dan duka menjalankan profesi guru.

Buku ini membuktikan potensi seorang Didno, pribadi yang saya kenal sejak awal sama-sama mengaktifkan diri sebagai blogger di 2009 – taksaja piawai dalam menorehkan tulisan-tulisan informatif tentang teknologi sebagaimana biasa ditulis di blognya. Rupa-rupanya, ada sisi humoris dan romantis yang bisa dituangkannya lewat media buku. Spekulasi saya, ini mungkin sebuah awalan bagi Didno untuk terjun ke dunia menulis buku. Saya bayangkan akan ada buku-buku asyik lain yang ditulis dan diterbitkan. Bukan begitu?

Terakhir, sedikit info produk dari Buku Asyiknya jadi Guru – Bunga Rampai Artikel Didno, sebagai berikut:

  • Penerbit: MG Publisher (Anggota IKAPI), Margahayu Raya (Bandung)
  • Cetakan Pertama: Januari 2018
  • Tebal: 114 Halaman

Pembaca … Anda tertarik untuk membaca buku Asyiknya Jadi Guru buah karya Didno? Coba aja hubungi via sosial media Facebook karena pak guru ini masih konsisten menjadikan sosmed tersebut sebagai sarananya bersosialisasi di ranah maya.

Buku Asyiknya Menjadi Guru

IDR50.000 (belum ongkir)
Buku Asyiknya Menjadi Guru
0

20

0.0/10

40

0.0/10

60

0.0/10

80

0.0/10

100

0.0/10

Pros

  • Bahan Cover Baik
  • Bahan kertas isi cukup bagus
  • Ringan

Cons

  • Punggung Jilid kurang rapi
  • Artistik cover kurang
  • Tipis

You May Also Like

About the Author: atruna

KLIK SOREANG itu kependekan dari Komunikasi Lingkar Komunitas di Soreang. Untuk komunitas di Kabupaten Bandung yang berminat untuk mensosialisasikan kiprahnya, sila hubungi: kliksoreang@gmail.com

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.