Categories
Blog Fasilitator Google Pelatihan

Cara Agar Penampilan Mengajar Bisa Berjalan Menyenangkan

Sebagai pengajar di Kelas Gapura Digital, tidak terasa saya sudah masuk di akhir tahun ke 3. Dari yang awalnya pengajar hanya itu itu aja hingga pada kondisi -hari ini tuh – mas Dendi selaku personal in charge di kelas, begitu leluasa mau memilih siapa fasilitator yang mengisi pelatihan.

Dan khusus saya pribadi, selalu ditunjuk untuk mengisi kelas pelatihan Google My Business dan Google Site. Panitia begitu hafal, kalau materi tersebut memang materi yang paling saya sukai. Dan saya sangat antusias di kelas setiap membawakan kedua materi itu.

Bicara Penampilan serta Mengajar, berikut saya coba uraikan beberapa poin berdasarkan pengalaman pribadi.

Cara Agar Penampilan Mengajar Bisa Berjalan Menyenangkan

[1] Profesional

Tidak elok rasanya, sudah mau 4 tahun menjadi fasilitator namun sikap yang kurang baik; suka terlambat, tidak persiapan, serba mendadak kerap dilakukan. Be profesional! Ya, saya berusaha memperbaiki sikap dari waktu ke waktu – salah satunya dengan berusaha profesional. Termasuk menjawab pertanyaan dari peserta dengan baik; ringkas, tegas dan jelas.

 

[2] Perhatikan Penampilan

Istri saya hari ini lebih sering menjumpai saya dengan sedikit terheran-heran, apa pasal? Karena, sekarang saya memiliki rutinitas baru yaitu shopping! Ini bukan Adetruna yang biasanya 🙂

Shopping yang saya lakukan pada porsi yang wajar ya, jangan salah faham. Walaupun tidak rutin atau berbelanja teratur, saya terbiasa menganggarkan untuk memiliki 3 hingga 4 potong kemeja dalam 2 bulan. Kebetulan saya lagi suka mengenakan kemeja flanel, bukan karena selera saya di musik grunge — bukan. Saat ini saya merasa nyaman saja mengenakan kemeja jenis tersebut. Dan orang-orang pun berpendapat, “Sekarang kang Ade selalu tampil rapi.”

Pembaca, ketahuilah … Penampilan kita adalah bentuk atau cara diri kita menghargai audiens. Dengan kita tampil rapi, peserta kelas akan merasa dihargai. Hal ini pun perwujudan dari menghargai diri sendiri. Jadi, jangan sampai lupa … Perhatikan Penampilan.

 

[3] Kenali Audiens

Jurus ini saya peroleh langsung dari seorang pakar TIK Indonesia – siapa lagi kalau bukan Onno W. Purbo. Beberapa tahun ke belakang, saya sempat beberapa kali menjalani event pelatihan IT bareng dengan pak Onno. Awalnya saya ‘keder’ juga menjumpai bapak yang murah senyum ini karena reputasinya yang begitu dikagumi di bidang open source IT. Akan tetapi, di balik itu semua – ada yang saya kantongi sebagai bekal kehidupan. Sikapnya yang ramah ditambah lagi dengan tidak jaim ditunjukkan oleh seorang Onno. Dia berusaha berbaur dengan audiens di beberapa menit akan tampil mengisi acara. Tujuannya memang satu; ingin mengenal akrab dengan peserta. Sehingga saat tampil tidak ada lagi kekakuan dan terbangun suasana interaktif.

Dengan melakukan trik Kenali Audiens, maka kita bisa menyampaikan dengan tepat materi yang akan dibawakan. Setidaknya, kita tahu rentang usia, latar belakang pendidikan, profesi. Apakah mereka mahasiswa, pelaku UKM atau karyawan – kita tahu dan siap apa yang bisa dilakukan.

 

[4] Selalu Lakukan Kontak Mata

Pengalaman saya selama ini apalagi di awal-awal saya melakukan aktifitas sebagai Fasilitator UKM lalu tampil di depan kelas, terkadang bicara tidak terkendali dan pandangan menerawang; kadang ke luar jendela, kadang ke langit langit ruangan. Padahal salah satu upaya agar kita bisa ‘menguasai panggung’ adalah dengan selalu melakukan kontak mata kita dengan audiens.

Guna menjalin hubungan yang lebih intens bersama dengan audiens, selalu lakukan kontak mata ini menjadi hal penting untuk diperhatikan bagi kita yang kerap tampil di depan publik. Apalagi ketika menjumpai kondisi dengan peserta yang cukup sedikit, langkah ini akan semakin mudah dilakukan serta efektif.

Sebaliknya, ketika kita menghadapi audiens yang lebih dari 50 orang atau bahkan ratusan orang maka Anda pilih saja perwakilan dari masing-masing audiens dari berbagai sisi. Kita bisa arahkan pandangan kita secara bergantian kepada peserta yang tengah duduk menyimak materi yang kita utarakan.

Langkah ini mampu memberikan sugesti kepada audiens bahwasannya mereka begitu kita perhatikan sehingga mereka pun merasa perlu menghargai pembicara yang ada di depan mereka. Untuk itu, jangan lupa untuk tersenyum atau memperlihatkan gesture yang menyenangkan bagi seisi ruangan khususnya bagi audiens yang sedang kita tuju.

 

[5] Kuasai Alat Presentasi

Kebiasaan baru saya, sebelum akan benar-benar tampil – beberapa menit sebelumnya saya lakukan pengecekkan; proyektor, kabel HDMI, pointer, laptop, materi, sound, jaringan internet. Karena biasanya, semua yang disebutkan itu sangat berhubungan erat dengan materi yang dibawakan. Kuatirnya, ada salah satu atau salah banyak yang bermasalah. Apabila alat presentasi kita kuasai sejak dini akan memudahkan pula bagi kita menemukan solusinya.

Pernah suatu hari, karena tidak memperhatikan poin ini, saya termasuk panitia sampai panik, tidak tenang karena menjumpai kendala hanya karena tidak dilakukan pengecekan sebelumnya. Sebab, perasaan tenang mampu membuat suasana kelas menjadi menyenangkan.

 

[6] Manfaatkan Multimedia

Maksud saya, agar kita bisa membawa suasana yang menyenangkan saat tampil mengisi pelatihan – coba manfaatkan multimedia. Kita bisa tampilkan video yang relevan di sela-sela materi atau presentasi dilengkapi dengan animasi yang menghibur dan lain-lain.

Tujuan utama dari memanfaatkan multimedia berupa video serta animasi ini adalah mengantisipasi suasana kelas menjadi jenuh. Biasanya dari suasana kelas yang terbangun positif akan terus menerus membawa suasana menarik. Akhirnya, tujuan Agar Penampilan Mengajar Bisa Berjalan Menyenangkan bisa tercapai.

 

[7] Berusaha Tampil  Se-rileks Mungkin

Atau meminjam istilah hari ini, se-Santuy Mungkin. Saat kita rileks di hadapan audiens, maka kita sudah menyampaikan sebuah kode kelas akan menyenangkan; tidak bakalan tegang. Dengan begitu saja, cukup bagi peserta untuk merasa nyaman dan percaya dengan pembicara yang tengah dia coba dengarkan atau perhatikan.

Praktek rileks yang paling sederhana yang kita harus lakukan antara lain; mendekati audiens, jalan mondar mandir ke kiri, ke kanan seperlunya. Jangan sampai kita hanya berdiri di satu titik yang cenderung berdiam diri alias mager (males gerak). No! Jangan sampai ada kekakuan atau suasana tegang, mencekam bak nonton film horor atau seolah-olah tengah dalam suasana duka.

adetruna tampil rileks saat GMI Hotel Kedaton Bincang Marketing Online
Adetruna tampil rileks saat GMI Bincang Marketing Online di Hotel Kedaton

[8] Bicara dengan Jelas, Tegas, Lugas serta Ringkas

Poin ini jujur saja, saya pun masih terus belajar. Saya sampai dengan hari ini (Jumat, 29/11) masih menyadari, “Kenapa saya masih suka mengucap kalimat yang bertele-tele saat tampil di depan khalayak ramai ya?”

Namun yang jelas, maksud dari poin ini adalah kita harus ingat audiens tidak suka dengan penyampaian dari pembicara yang bertele-tele. Kondisi tidak baik seperti ini akan membawa suasana kelas menjadi membosankan dan tidak produktif.

Untuk itu, mari kita sama-sama belajar membiasakan untuk menyusun poin-poin utama dari topik yang akan kita bawakan. Materi sebanyak apapun apabila kita bisa mengatur bicara dengan jelas, tegas, lugas serta ringkas maka jalannya acara akan menyenangkan terutama bagi audiens.

Begitu pun sebaliknya, materi seringkas apapun apabila disampaikan secara bertele-tele justru akan membuat audiens tidak nyaman dan merasa bosan. Yuk, latih terus kecakapan bicara kita agar target poin ke-8 ini bisa tercapai.

[9] Lakukan First Impression

Menyoal, kesan pertama atau first impression – kita bicara tentang bagaimana kesan orang lain terhadap diri kita saat pertama bertemu atau berkenalan. Pengalaman pribadi, saat saya membangun kesan pertama di awal kelas saat itu pula saya bisa membuktikan berhasil atau tidak? Ketika berhasil, maka itu akan saya jadikan jurus andalan di kelas kelas berikutnya.

Saya selalu membangun komunikasi dengan mengatakan, “Saya Adetruna. Dari kecil hingga rambut kini beruban, perut mulai buncit orang memanggil saya …?” Seraya menyodorkan mikropon ke audiens, mereka menjawab, “Adeeeeee!!!!” dengan serempak.

Bagi saya itu sudah menjawab berhasil atau tidak saat usaha melakukan First Impression. Ingatlah … 3 menit pertama saat tampil di depan publik menjadi penentu apakah audiens akan lanjut mencurahkan perhatiannya dengan antusias dengan apa yang kita sampaikan ataukah mereka akan asyik dengan kesibukannya masing-masing? Ini perlu diperhatikan.

 

[10] Perlihatkan Kesukaan Anda

Kesukaan alias passion boleh kita tunjukkan kepada audiens yang ada di hadapan kita saat kita sedang menjadi pembicara. Poin ke-10 ini sangat berhubungan dengan pembuka dari artikel kali ini. Sekali lagi saya sampaikan, materi yang biasanya saya bawakan adalah materi yang memang saya kuasai dan senangi.

Rasa senang dengan materi ini biasanya saya sampaikan kepada peserta dengan sedikit bumbu-bumbu yang sengaja saya buat agar audiens penasaran. Saya selalu sampaikan bahwa materi tersebut sudah saya praktekkan dan sangat berdampak signifikan pada bisnis yang tengah dikembangkan.

Atau saya yakinkan bahwa materi ini memang sudah diketahui oleh audiens tapi saya tidak yakin audiens mengetahui dengan fitur-fitur terbaru dari Google My Business.

Dengan trik tersebut, biasanya saya berhasil membawa kelas menjadi menyenangkan hingga penghujung acara. Untuk itu, pandai pandailah dalam meramu passion agar diketahui oleh audiens.

Poin ini sangat penting sekali. Sebab sekali saja kita terlihat ragu-ragu dengan materi yang dibawakan, maka saat itu pula audiens menilai bahwa kita tidak kompeten sebagai pembicara dalam pelatihan di kelas tersebut.

Dengan tampil penuh percaya diri ditambah membawakan materi yang sesuai dengan passion akan berpengaruh besar bagi audiens. Saat Anda tampil penuh gairah dan percaya diri maka peserta pun akan memperhatikan dengan sangat antusias.

Pembaca … Lewat artikel cara agar penampilan mengajar bisa berjalan menyenangkan ini saya berharap bisa sedikit menjawab kebutuhan yang sedang Anda cari tentang Cara Public Speaking. 

Mood Booster of the Day

Adetruna Cara Mengajarnya Menyenangkan

Suka Terhura, Akutu …

By atruna

Ade Setiadi Truna (Pengelola KlikSoreang.Com) pengalaman sebagai fasilitator PerpuSeru (2014), Driver Datsun Risers Expedition (2015), Fasilitator Gapura Digital (2016 hingga sekarang), Leader #PenggerakBukalapak (2018 - 2019), Co-Founder Kiosagro.Com (2019 hingga sekarang), Founder KiosCemilanku.Com (2020).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.