Categories
Bandung

Having Fun di Acara FUNancial Yang Kamu Mau Bareng Home Credit Indonesia

Gimana nggak disebut having fun coba? Acara yang berlangsung di Upnormal Cihampelas ini benar-benar bikin saya pribadi tercerahkan. Audiens diajak mikir sih, tapi dikemas dengan begitu ciamik oleh Home Credit Indonesia waktu kemarin (hari Sabtu, 7 Desember 2019).

Pas banget tema acaranya dinamai dengan Start-Up Smart: Financial Tips for Turning Your Hobby Into A Business #FUNancial #YangKamuMau. Pembahasan serius kalau dikemas dengan apik mampu menggiring audiens merasa santai mendapatkan paparan dari narasumber. Acungan jempol buat penyelenggara deh ya ­čÖé

Acara pada Sabtu pagi kemarin diawali dengan sapaan MC yang terbilang kocak dan mampu menghangatkan suasana, yaitu; Ucita Pohan – saya sengaja kepoin akun Instagram-nya, ternyata pemilik akun IG: Uchiet ini seorang penyiar radio, MC, Penulis dan pemerhati seni, fesyen serta kecantikan. Ya, wajar sekali bila acara berlangsung dengan meriah waktu itu.

Sebagai tanda dimulainya acara Start-Up Smart: Financial Tips for Turning Your Hobby Into A Business #FUNancial #YangKamuMau yang pertama kali didaulat untuk tampil adalah Freya Pradieta Laksmono selaku VP Brand Strategy & Communications PT. Home Credit Indonesia.

Freya dan Uchiet Having Fun di Acara FUNancial Yang Kamu Mau Bareng Home Credit Indonesia
Freya dan Uchiet di Acara FUNancial Yang Kamu Mau Bareng Home Credit Indonesia(dok. pri)

TAHUKAH ANDA? Home Credit Indonesia adalah perusahaan multifinance yang menyediakan jasa pembiayaan untuk barang-barang elektronik, handphone, gadget, kendaraan roda dua, furniture, laptop, TV sampai aksesoris mobil.

Sambil didampingi oleh MC, Freya menegaskan bahwa jamak dari anak muda kalau membicarakan tentang financial (keuangan), mereka tidak mau membahasnya terlalu serius. Padahal berdasarkan data, 70% penduduk Indonesia masih kurang pembekalan pengetahuan tentang keterampilan cara tepat mengatur keuangan.

“Buat mereka dan buat aku juga sih … Kadang-kadang aku masih ngeliat topik finansial itu terlalu serius dan susah untuk difahami,” ungkap Freya kepada Ucita yang berada tepat di sampingnya.

“Untuk itu, hari ini (Sabtu, 7/12/2019) kita ingin membawanya dengan cara yang lebih fun, supaya siapa saja walaupun tidak memiliki latar belakang pengetahuan keuangan bisa mengerti, ‘gimana sih mengatur keuangan?’,” sambung Freya.

“Dengan kemampuan memahami cara mengatur keuangan pada akhirnya kita bisa dengan mudah mengalokasikan biaya untuk membeli rumah, misalnya..” tambahnya lagi.

Taklama berselang, narasumber pun mulai tampil, ada Dipa dan pembicara tamu Adis.┬áDan ada yang sangat menarik sekali dari paparan Dipa Andika Nurprasetyo, narasumber yang pernah punya tempat jajanan di Bandung ini – saat dirinya menjelaskan tentang Latte Factor.

Dipa Co Founder Hahaha Corp tengah menjelaskan Latte Factor
Dipa Co Founder Hahaha Corp didampingi Adis dan Uchiet (dok. pri)

Latte Factor adalah hal-hal kecil yang biasa dilakukan oleh jamak orang saat mengeluarkan atau lebih cenderung menghambur-hamburkan uang. Seperti saat kita tengah dalam perjalanan kemudian kita kerap beli cemilan, atau jajan softdrink.

“Nilai pengeluarannya tidak seberapa tapi sering dilakukan berulang-ulang. Termasuk saat kita malas untuk antri di atm karena panjang kemudian lebih memilih atm lain yang sepi lalu rela kena biaya itu pun termasuk ke dalam latte factor,” tambah Dipa.

“Sebuah hasil survey dari salah satu bank di Indonesia, 9 dari 10 orang rata-rata mengeluarkan lebih dari 900 ribu setiap bulannya,” ujar Dipa.

Kemudian Dipa pun memberikan tips praktis tentang bagaimana mengatur keuangan. Salah satu anjurannya agar membiasakan menggaji diri kita sendiri di tanggal yang sama.

“Caranya gimana? Pendapatan kita disimpan pada rekening yang sama lalu pindahkan ke rekening lain sebagai rekening gajian,” ucap Dipa mencoba menguraikan.

Misalnya, kita menentukan gajian pada tanggal 1 dengan jumlah yang sama saat memindahkan uang. Saat penghasilan tidak menentu; kadang 5 juta kadang 7 juta maka cara mengatasinya adalah dengan menentukan jumlah rata-rata saja sebagai gaji untuk dipindahkan.

Dan ketika ada pendapatan lain maka tetap kita memindahkan uang tersebut dengan memberinya istilah dengan, “bonus”. Tujuannya agar saat kita sudah siap atau berencana mengajukan pembiayaan akan terlihat bahwa kita memiliki reputasi bahwa pendapatannya stabil di tanggal yang sama dengan nominal yang juga sama.

Dan yang seringkali dilupakan oleh kebanyakan orang ketika memiliki pendapatan adalah lupa membuat laporan keuangan. Dipa pun menyarankan agar kita membuat laporan keuangan harian, bulanan serta tahunan. Hal ini memudahkan kita saat membuat target. Misalnya, saat memutuskan target tahun depan harus lebih tinggi dari tahun sebelumnya secara mendasar.

“Jangan asal saat membuat target,” tegas Dipa.

Misalkan kita memiliki riwayat pencapaian omzet usaha hanya di 10 juta, lantas untuk tahun depan menargetkan menjadi 100 juta.

“Buatlah target yang logis,” tambahnya.

Beralih ke Mochamad Takdis, sebagai narasumber tamu, Takdos- begitu dirinya menyebut di akun Instagram lebih menekankan pada cara menjalankan bisnis. Ia menganjurkan kalau hendak berbisnis agar tidak dilakukan sendiri.

Gilian Adis yang sharing pengalamannya saat mengatur keuangan perusahaan
Gilian Adis sharing pengalamannya saat mengatur keuangan perusahaan (dok. pri)

Hal ini diamini oleh Dipa, kalau berbisnis sendiri maka konsekuensinya kepusingan akan dihadapi sendiri. Bagi kita yang sedang semangat berwirausaha sebagai solo enterpreneur yang terjadi semua dilakukan sendiri.

“Walaupun memang mendapatkan keuntungan tapi tidak baik juga saat membuat surat, menagih apalagi memproduksi dilakukan oleh diri sendiri. Maka ketika kita jatuh sakit, ya selesai,” imbuh Co-Founder Hahaha Corp tersebut.

Having Fun di Acara FUNancial Yang Kamu Mau Bareng Home Credit Indonesia

Adis (panggilan akrab dari Mochamad Takdis) pun tidak sungkan-sungkan menceritakan sisi kelam dari menjalankan bisnis. Dirinya pernah memiliki coffee shop hanya karena tidak memiliki manajemen keuangan yang baik akhirnya harus “gulung tikar”.

“Karena dulu kalau sekalinya ada duit langsung dipakai belanja hingga habis, lalu duit modal pun terpakai, ” kenang Adis.

Lain dulu lain hari ini bagi pemilik bisnis pelesir Whatravel Indonesia, Adis yang sekarang sudah memiliki konsep manajemen keuangan yang jelas. Dirinya membagi pendapatan ke dalam 3 bagian; ada income bulanan, per semester dan per tahun.

“Income bulanan itu digaji oleh perusahaan dan yang per semester itu setiap mengerjakan project,” ungkap Adis.

Seru sih acara ini … Benar-benar bikin fun. Saya bisa tarik kesimpulan, perencanaan keuangan bisa berjalan dengan baik jika sebuah bisnis sudah berjalan dengan baik. Awal dari semua kebaikan berbisnis itu datang dari minat atau hobi.

Kita akan dapat menjalankan bisnis dengan suka cita karena kita memang suka dengan pekerjaannya. Ketika pendapatan kecilpun tetap semangat sampai pada akhirnya mampu mendapatkan penghasilan yang sesuai dengan harapan. Dari keberhasilan inilah kita bisa mengatur keuangan dengan maksimal.

Adetruna di acara FUNancial Yang Kamu Mau Bareng Home Credit Indonesia
Saya; Adetruna di acara FUNancial Yang Kamu Mau Bareng Home Credit Indonesia

Saya pribadi saat ini tengah menjalankan bisnis yang awalnya memang hobi yaitu jasa cetak spanduk dan sudah berjalan lebih dari 2 tahun. Saya suka aja bantu orang yang ingin cetak spanduk tapi hanya sebatas konsep. Pakai Corel Draw dan Photoshop saya bantu menterjemahkan keinginan mereka. Itu awalnya dan sekarang menjadi lahan penghasilan saya di rumah.

Ada yang sudah saya jalankan dari yang sudah dipaparkan oleh Dipa atau Adis, ada juga yang belum.┬áKe depan kita coba sempurnakan deh … Semoga saya bisa semakin baik dan cakap dalam mengatur serta merencanakan keuangan. Doain ya ­čÖé

 

By atruna

Ade Setiadi Truna (Pengelola KlikSoreang.Com) pengalaman sebagai fasilitator PerpuSeru (2014), Driver Datsun Risers Expedition (2015), Fasilitator Gapura Digital (2016 hingga sekarang), Leader #PenggerakBukalapak (2018 - 2019), Co-Founder Kiosagro.Com (2019 hingga sekarang), Founder KiosCemilanku.Com (2020).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.